Tag-Archive for » pemilu «
01
May 2009
-
Anda pasti sudah paham dengan kiasan 'dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote'...sebuah kiasan untuk menunjukkan betapa luasnya wilayah Nusantara Indonesia
-
Hari-hari terakhir ini, kiasan tersebut benar-benar bermakna hanya sekadar kiasan, tidak kurang-tidak lebih. Mengapa? Republik Indonesia yang maha luas ini, masa depannya akan ditentukan pada 9 Juli nanti, saat rakyatnya akan secara langsung memilih siapa yang layak menjadi presiden dalam Pemilu Presiden (pilpres) 2009.
-
Mengapa Republik Indonesia tidak lagi dari Sabang hingga Merauke? Ya, kini Nusantara hanya seluas Teuku Umar hingga Cikeas, bahkan tidak lebih luas dari wilayah Jabotabek. Teuku Umar adalah tempat Megawati dan tim suksesnya berkumpul, Cikeas (Puri Cikeas) adalah markas besar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatur strategi. Diantaranya juga ada Slipi, tempat Jusuf Kalla (JK) mengumpulkan pendukung.
-
Persoalan besar dan rumit, menentukan siapa calon presiden dan calon wakil presiden, kini hanya cukup dibicarakan antar tim sukses setelah para calon saling berkunjung. Tak perlulah tahu apa yang diinginkan rakyat, yang penting punya modal persentase suara dan kursi DPR hasil Pileg 2009
-
Tanpa menafikan kemampuan (lebih tepatnya keinginan berkuasa!) mereka menjadi pemimpin, sebenarnya tidak ada yang salah dengan proses koalisi. Yang ganjil adalah proses tersebut seakan-akan menciptakan jarak antara elit politik dan rakyat, jarak yang jauh bagai langit dan bumi. Apa yang diharapkan rakyat Indonesia terhadap calon pemimpinnya, bukan menjadi pertimbangan utama...yang penting punya 'gizi' (: baca modal uang) untuk menunjang nafsu berkuasa. Tak penting lagi di pemilu legislatif kemarin mendapat suara berapa, yang penting bisa mengumpulkan 20% suara untuk syarat pendaftaran, selanjutnya masih ada 1001 macam cara untuk menggaet pemilih, dari yang instan dengan beriklan hingga yang gampang dengan bagi-bagi uang...
-
Mengapa nama yang muncul ke permukaan akhir-akhir ini hanya berkutat di SBY, JK, Megawati, Prabowo & Wiranto? Tidak adakah orang Indonesia lain yang punya kemampuan? Jawabannya cukup panjang dan harus tersusun secara kronologis, sejak parpol (besar) yang duduk di DPR mengesahkan RUU Pemilu maka hilang pula kemungkinan munculnya capres independen dan secara perlahan mulai tenggelam nama-nama yang selama ini getol mengajukan diri sebagai calon presiden alternatif. Tidak peduli menurut hasil survei, nama-nama yang kerap muncul tersebut hanya memiliki persentase elektabilitas rendah.
-
Pada akhirnya, jika kondisi seperti saat ini masih berlangsung beberapa dekade nanti, maka tak akan ada anak Indonesia yang bercita-cita menjadi presiden...jadi jika anak Anda ada yang bercita-cita menjadi presiden, sebaiknya Anda sarankan mulai saat ini untuk mengubah cita-citanya menjadi ketua umum partai politik atau minimal ketua dewan penasihat
Category: Aktual, Opini
Leave a Comment





