Archive for the Category »Others «

Golput itu Biasa, Dipaksa Golput baru Luar Biasa!

Pemilihan anggota legislatif melalui pemilu 2009 sudah berakhir--walaupun di beberapa daerah pemilu ulang masih dan akan berlangsung--lengkap dengan hasil quick count dari berbagai lembaga survey.

Saya yang notabene masih warga negara Republik Indonesia dan mempunyai hak pilih dengan sangat terpaksa tidak bisa mencelupkan jari ke tinta, sebagai pertanda sudah menggunakan hak pilih.

Terlepas dari tidak adanya calon anggota legislatif yang saya kenal dan ketahui latar belakangnya sehingga layak di-coblos eh.. di-contreng, dipaksa menjadi golput itu terjadi karena saya menjadi salah satu korban kekisruhan masalah DPT yang sudah sejak jauh hari sebelum pemilu berlangsung sudah menjadi perhatian banyak orang. Hingga H minus beberapa jam, saya masih berharap ada undangan yang diantar ke rumah, namun nyatanya hingga pintu TPS dibuka undangan yang dimaksud belum juga ditangan. Saya coba memastikan dengan melihat DPT yang dipasang di papan pengumuman TPS terdekat, nihil juga...

Saya bukan satu-satunya korban, terdapat ribuan warga negara yang mempunyai nasib sama, contohnya disini...dan juga tidak terdaftar di DPT bukan satu-satunya modus kekisruhan, selain adanya penggelembungan data pemilih, masalah surat suara, dan lainnya

Tentang Pemilu 2009

Tanpa bermaksud ingin kembali ke masa lalu, iseng-iseng kalo kita analisa, pemilu di jaman orde baru lebih 'baik' daripada pemilu di orde reformasi saat ini, coba kita analisa..

Tentang DPT, dulu untuk terdaftar di DPT kita akan dikunjungi petugas yang mendata siapa-siapa saja dalam sebuah keluarga yang sudah mememuhi syarat mendapat hak pilih. Tinggal menunggu beberapa hari sebelum hari pencoblosan, surat undangan pun di antar petugas kelurahan! Bandingkan dengan saat ini yang penentuan DPS & DPT-nya mengacu pada data hasil survey Biro Pusat Statistik (BPS), jadi kemungkinan 'ketlisut' sungguh sangat besar...

Tentang Partai Politik, euforia masa reformasi berarti juga euforia mendirikan partai politik. Punya sumber dana, punya jaringan yang bisa menggerakkan massa dan yang paling penting punya rasa PD yang tinggi sudah cukup memenuhi syarat mendirikan partai. Maka tak heran jika kertas suara pemilu 2009 selebar kertas koran, agar muat menampung nama caleg dari 38 partai! Bandingkan dengan hanya ada 2 (dua) partai politik dan 1 (satu) 'golongan' di jaman orde baru lalu...hemat, murah, efisien! :)

Tentang Quick Count, hasil Pemilu saat ini sudah bisa diketahui 'versi cepat'-nya cuma dalam hitungan beberapa jam setelah proses perhitungan di TPS selesai. Hasil-nya pun bervariasi, bergantung lembaga penyelenggara quick count, metode perhitungan, margin of error dan tentu saja siapa sponsor pelaksanaan quick count tersebut! Tapi secepat-cepatnya quick count pemilu saat ini, masih lebih cepat perhitungan hasil pemilu di era orde baru. Di jaman Pak Harto berkuasa dulu, hasil pemilu sudah diketahui Golkar-lah pemenangnya..jauh sebelum pemilu-nya sendiri terlaksana....:) :) :)

Anda setuju? Jangan ditanggapi serius ya, apalagi jika Anda juga golput seperti saya!

Ads by AdGenta.com

Share This Post
Category: Others  Leave a Comment
  • My Categories!

  • My Archives!

  • My Chat!

  • My Networks!



  • My Tweet!