<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sulaimaneffendi.com &#187; Opini</title>
	<atom:link href="http://sulaimaneffendi.com/index.php/others/opini/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sulaimaneffendi.com</link>
	<description>my blography!</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Mar 2010 03:40:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>belajar kearifan dari mister cepek</title>
		<link>http://sulaimaneffendi.com/index.php/belajar-kearifan-dari-mister-cepek-2</link>
		<comments>http://sulaimaneffendi.com/index.php/belajar-kearifan-dari-mister-cepek-2#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 09:04:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulaiman effendi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[post from blackberry]]></category>
		<category><![CDATA[sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[sulaiman effendi]]></category>
		<category><![CDATA[twp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulaimaneffendi.com/index.php/belajar-kearifan-dari-mister-cepek-2</guid>
		<description><![CDATA[<ul>Setiap sore, saat perjalanan pulang dari kantor TWP menuju rumah, saya biasa melalui jalan pintas untuk menghemat waktu perjalanan.</ul>
<ul>Jalan tersebut bisa dilewati motor ataupun mobil, saya pun kadang melaluinya dengan motor atau mobil sesekali. Jalan pintas tersebut akan berujung pada sebuah akses menuju jalan utama yang relatif padat dan tak ber-petugas (baca: polisi).</ul>
<ul>Setiap saat melewati jalan itu, saya perhatikan pasti ditemui seorang petugas pengatur swasta--di beberapa daerah dikenal dengan mister cepek--yang selalu berganti-ganti orang.</ul>
<ul>Diantara sekian 'petugas' tersebut tipikal-nya sama: hanya bersedia mengatur jalan jika yang melewatinya kendaraan roda empat, baik pengemudinya memberi uang ataupun tidak...sementara jika yang melintas hanya sepeda motor, dia akan diam tak bereaksi tak peduli sekalipun antriannya cukup panjang.</ul>
<ul>Kearifan yang saya dapat untuk di-share disini, diperoleh dari salah seorang 'petugas' yang beda dari lainnya. Dari segi usia, dia lebih renta dari lainnya. Tapi satu hal kelebihan dia adalah tidak membedakan siapa--kendaraan apa--yang melintas, motor atau mobil, satu atau banyak, dia selalu dengan sergap mengatur jalan!</ul>
<ul>Dalam benak, saya iri...betapa besar hatinya si bapak hingga dia tidak pandang bulu dan (pastinya) tidak semata-mata demi uang--karena bila yang lewat motor, pasti tidak ada yang memberinya tip--</ul>
<ul>Pasti ada kekuatan besar yang mengarahkan dia, bernama KEARIFAN...lebih besar dari sekadar sekeping dua uang receh, lebih besar karena berbuah PAHALA!</ul>
<ul>Betapa sulaiman effendi ingin menirunya, di bidang kehidupan lain...</ul>
<ul>Semoga!</ul>
(Di-posting saat menunggu pengumuman pemenang pitching event, 15:54 WIB)
Share on FacebookSimilar Posts:Teamwork &#038; Analogi Keringat

Mencari Ide itu (tidak) Gampang&#8230;

Geliat Agency Marcomm Daerah
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sulaimaneffendi.com/index.php/belajar-kearifan-dari-mister-cepek-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Facebook-an Berlebihan Diharamkan Ponpes se Jawa-Madura</title>
		<link>http://sulaimaneffendi.com/index.php/facebook-an-berlebihan-diharamkan-ponpes-se-jawa-madura</link>
		<comments>http://sulaimaneffendi.com/index.php/facebook-an-berlebihan-diharamkan-ponpes-se-jawa-madura#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 12:19:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulaiman effendi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Detik.com]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulaimaneffendi.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[<br />(dari Detik.com)
Boomingnya layanan situs jejaring sosial, seperti facebook, friendster maupun chatting untuk menjalin hubungan pertemanan diam-diam diawasi oleh ulama.<br /) 

<br/>Pondok Pesantren se Jawa-Madura yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pondok Pesantren Putri (FMP3) mengharamkan pemanfaatan situs jejaring sosial secara berlebihan, seperti mencari jodoh maupun pacaran.<br /)

<br/>Pernyataan ini sesuai dengan hasil pembahasan dalam Forum Bahtsul Masail di Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtdien Lirboyo, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, yang dilaksanakan sejak 2 hari yang lalu.<br />

<br />"Ini merupakan hasil pembahasan terakhir yang kami lakukan semalam. Intinya, larangan ini kami keluarkan sesuai dengan aturan yang sudah ada dalam ketentuan agama," kata salah satu anggota perumus Komisi C FMP3, Masruhan saat ditemui detiksurabaya.com di Pondok Pesantren Lirboyo, Jum'at (22/5/2009).<br />

<br />Dijelaskan oleh Masruhan, larangan tersebut ditekankan adanya hubungan pertemanan spesial yang berlebihan. Apabila hubungan pertemanan spesial tersebut dilakukan mengenal karakter seseorang dalam kerangka ingin menikahi dengan keyakinan keinginannya akan mendapatkan restu dari orang tua, hal tersebut tetap diperbolehkan.<br />

<br />"Di sini yang dilarang apabila penggunan facebook hanya untuk mencari jodoh dan mengenal karakternya dan tidak dalam proses khitbah (pinangan atau lamaran)," jelas Masruhan.<br />

<br />Dalam penentuan pernyataan tersebut, FMP3 menggunakan sejumlah dasar. Antara lain Kitab Bariqah Mahmudiyah halaman 7, Kitab Ihya' Ulumudin halaman 99, Kitab Al-Fatawi Al-Fiqhiyyah Al-Kubra halaman 203, serta sejumlah kitab dan tausiyah dari ulama besar.<br />

<br />"Intinya yang kami hasilkan ini sesuai dengan ketentuan dalam agama, yang secara tegas sudah menyebutkan hubungan pertemanan speSial tanpa ada maksud keseriusan diharamkan," ungkap Masruhan.<br />

<br />Dijadikannya penggunaan layanan jejaring sosial sebagai pembahasan dalam forum Bahtsul Masail, dijelaskan Masruhan dikarenakan penggunaannya sudah dianggap sangat mengkhawatirkan. Pertemanan dalam facebook oleh masyarakat, sejauh ini dianggap lebih sering dilakukan dengan sifat tidak serius.<br />

<br />Secara terpisah juru bicara forum Bahtsul Masail FMP3, Nabil Haroen menegaskan, dalam pengambilan keputusan tersebut pihaknya menggunakan dasar yang berbeda dengan dasar yang digunakan oleh forum lain.<br />

<br />"Seperti MUI kalau memiliki dasar lain dengan keputusan yang berbeda kami tidak dapat menyalahkan. Kami hanya menjalankan kewajiban seorang muslim untuk saling mengingatkan, dengan tidak ada maksud menekan," kata Nabil.<br />

<br />Ditegaskan Nabil, hukum haram yang dikeluarkan pihaknya hanya untuk penggunaan facebook untuk hubungan pertemanan spesial yang berlebihan. Layanan jejaring sosial semacam friendster dan facebook tetap dinyatakan halal bila dipergunakan sesuai manfaat dan kegunaannya.<br />

<br />"Kami juga harapkan, pernyataan ini bisa dijadikan pelajaran bagi owner facebook atau friendster, agar mereka lebih selektif serta menggunakan kontrol ketat terhadap penggunaannya," papar Nabil.<br />

<br />selengkapnya <a href="http://surabaya.detik.com/read/2009/05/22/113156/1135485/475/facebook-an-berlebihan-diharamkan-ponpes-se-jawa-madura">disini</a>.<br />Share on FacebookSimilar Posts:No Similar Posts!
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sulaimaneffendi.com/index.php/facebook-an-berlebihan-diharamkan-ponpes-se-jawa-madura/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEO ala Rani Juliani</title>
		<link>http://sulaimaneffendi.com/index.php/seo-ala-rani-juliani</link>
		<comments>http://sulaimaneffendi.com/index.php/seo-ala-rani-juliani#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 10:35:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulaiman effendi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Antasari Azhar]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrudin Zulkarnain]]></category>
		<category><![CDATA[Rani]]></category>
		<category><![CDATA[Rani Juliani]]></category>
		<category><![CDATA[seo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulaimaneffendi.com/index.php/seo-ala-rani-juliani</guid>
		<description><![CDATA[SEO yang biasanya membutuhkan banyak waktu, biaya dan tenaga, tidak berlaku untuk blog-nya Rani Juliani]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sulaimaneffendi.com/index.php/seo-ala-rani-juliani/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia (kini) Seluas Teuku Umar Hingga Cikeas</title>
		<link>http://sulaimaneffendi.com/index.php/indonesia-kini-seluas-teuku-umar-hingga-cikeas</link>
		<comments>http://sulaimaneffendi.com/index.php/indonesia-kini-seluas-teuku-umar-hingga-cikeas#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 03:49:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulaiman effendi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[JK]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulaimaneffendi.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[<ul>
Anda pasti sudah paham dengan kiasan '<em>dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote</em>'...sebuah kiasan untuk menunjukkan betapa luasnya wilayah Nusantara Indonesia</ul>

<ul>
Hari-hari terakhir ini, kiasan tersebut benar-benar bermakna hanya sekadar kiasan, tidak kurang-tidak lebih. Mengapa? Republik Indonesia yang maha luas ini, masa depannya akan ditentukan pada 9 Juli nanti, saat rakyatnya akan secara langsung memilih siapa yang layak menjadi presiden dalam Pemilu Presiden (pilpres) 2009.</ul>

<ul>
Mengapa Republik Indonesia tidak lagi dari Sabang hingga Merauke? Ya, kini Nusantara hanya seluas Teuku Umar hingga Cikeas, bahkan tidak lebih luas dari wilayah Jabotabek. Teuku Umar adalah tempat Megawati dan tim suksesnya berkumpul, Cikeas (Puri Cikeas) adalah markas besar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatur strategi. Diantaranya juga ada Slipi, tempat Jusuf Kalla (JK) mengumpulkan pendukung.</ul>

<ul>
Persoalan besar dan rumit, menentukan siapa calon presiden dan calon wakil presiden, kini hanya cukup dibicarakan antar tim sukses setelah para calon saling berkunjung. Tak perlulah tahu apa yang diinginkan rakyat, yang penting punya modal persentase suara dan kursi DPR hasil Pileg 2009</ul>

<ul>
Tanpa menafikan kemampuan (lebih tepatnya keinginan berkuasa!) mereka menjadi pemimpin, sebenarnya tidak ada yang salah dengan proses koalisi. Yang ganjil adalah proses tersebut seakan-akan menciptakan jarak antara elit politik dan rakyat, jarak yang jauh bagai langit dan bumi. Apa yang diharapkan rakyat Indonesia terhadap calon pemimpinnya, bukan menjadi pertimbangan utama...yang penting punya 'gizi' (: baca modal uang) untuk menunjang nafsu berkuasa. Tak penting lagi di pemilu legislatif kemarin mendapat suara berapa, yang penting bisa mengumpulkan 20% suara untuk syarat pendaftaran, selanjutnya masih ada 1001 macam cara untuk menggaet pemilih, dari yang instan dengan beriklan hingga yang gampang dengan bagi-bagi uang...</ul>

<ul>
Mengapa nama yang muncul ke permukaan akhir-akhir ini hanya berkutat di SBY, JK, Megawati, Prabowo & Wiranto? Tidak adakah orang Indonesia lain yang punya kemampuan? Jawabannya cukup panjang dan harus tersusun secara kronologis, sejak parpol (besar) yang duduk di DPR mengesahkan RUU Pemilu maka hilang pula kemungkinan munculnya capres independen dan secara perlahan mulai tenggelam nama-nama yang selama ini getol mengajukan diri sebagai calon presiden alternatif. Tidak peduli menurut hasil survei, nama-nama yang kerap muncul tersebut hanya memiliki persentase elektabilitas rendah.</ul>

<ul>
Pada akhirnya, jika kondisi seperti saat ini masih berlangsung beberapa dekade nanti, maka tak akan ada anak Indonesia yang bercita-cita menjadi presiden...jadi jika anak Anda ada yang bercita-cita menjadi presiden, sebaiknya Anda sarankan mulai saat ini untuk mengubah cita-citanya menjadi ketua umum partai politik atau minimal ketua dewan penasihat</ul>


Anda setuju?


Share on FacebookSimilar Posts:No Similar Posts!
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sulaimaneffendi.com/index.php/indonesia-kini-seluas-teuku-umar-hingga-cikeas/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Real Count, Quik Count ala KPU</title>
		<link>http://sulaimaneffendi.com/index.php/real-count-quik-count-ala-kpu</link>
		<comments>http://sulaimaneffendi.com/index.php/real-count-quik-count-ala-kpu#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 10:39:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulaiman effendi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulaimaneffendi.com/index.php/real-count-quik-count-ala-kpu</guid>
		<description><![CDATA[<p><small>Tags: <a rel="tag" href="http://technorati.com/tag/real+count">real count</a>, <a rel="tag" href="http://technorati.com/tag/quick+count">quick count</a>, <a rel="tag" href="http://technorati.com/tag/KPU">KPU</a>, <a rel="tag" href="http://technorati.com/tag/pemilu+2009">pemilu 2009</a>, <a rel="tag" href="http://technorati.com/tag/pemilu+Indonesia">pemilu Indonesia</a></small></p>
<p>Sudah tahu pemenang pemilu 2009 versi quick count? Tergantung penyelenggara quick count mana yang menurut Anda bisa dipercaya, ada <a href="http://www.lsi.or.id/">LSI</a>, ada juga <a href="http://www.lsi.co.id/">LSI</a> (klik aja kalo bingung membedakannya...) atau <a href="http://www.lp3es.or.id/">LP3ES</a> dan beberapa lembaga lainnya. Yang pasti hasil perhitungan versi quick count bukanlah hasil akhir, karena <a href="http://www.kpu.go.id/">KPU</a> baru akan menentukan pemenang secara resmi setelah perhitungan manual.</p>
<p>Tetapi, ada perkembangan baru dari KPU yang kini juga melakukan perhitungan versi real count, yang datanya diperoleh langsung dari TPS-TPS tetapi dilaporkan secara elektronis sehingga lebih cepat di-update...gampangnya perhitungan manual versi cepat!</p>
<p>Data yang dipaparkan lebih detail dan update-nya lebih cepat (cepatnya relatif ya, menurut KPU data-nya di-update setiap 30 menit dan hingga saat posting ini di-publish data yang di-upload masih kurang dari 30% total TPS..)</p>
<p>Di perhitungan <a href="http://tnp.kpu.go.id/2009/">real count</a> ini, pengunjung bisa lebih detail (untuk sementara hanya untuk kursi DPR) berdasarkan propinsi dan dapil-dapilnya, selain perhitungan secara nasional.</p>
<p><img height="237" style="margin: 5px" width="400" alt="" src="http://sulaimaneffendi.com/wp-content/uploads/2009/04/kpu.jpg" /></p>
<p>Coba sekali-kali cek <a href="http://tnp.kpu.go.id/2009/">disini</a>, siapa tahu caleg atau partai favorit Anda berbeda datanya dengan versi quick count...tapi kalau Anda golput atau tidak diundang oleh KPPS ya sebaiknya browsing yang lainnya deh....setuju?</p>
Share on FacebookSimilar Posts:No Similar Posts!
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sulaimaneffendi.com/index.php/real-count-quik-count-ala-kpu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Ide itu (Tidak) Gampang</title>
		<link>http://sulaimaneffendi.com/index.php/mencari-ide-itu-tidak-gampang-2</link>
		<comments>http://sulaimaneffendi.com/index.php/mencari-ide-itu-tidak-gampang-2#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 02:47:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulaiman effendi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulaimaneffendi.com/index.php/mencari-ide-itu-tidak-gampang-2</guid>
		<description><![CDATA[<p align="justify"><small>Tags: <a rel="tag" href="http://technorati.com/tag/ide">ide</a>, <a rel="tag" href="http://technorati.com/tag/post">post</a>, <a rel="tag" href="http://technorati.com/tag/qumana">qumana</a>, <a rel="tag" href="http://technorati.com/tag/facebook">facebook</a></small>                                </p>
<p align="justify">Suatu saat, saya pernah berkomitmen untuk  <span style="color:Red"><a href="http://sulaimaneffendi.com/index.php/one-day-one-post">rajin menulis di blog</a><span style="color:Black">, kira-kira <img height="120" style="margin: 5px; float: left" width="120" alt="" src="http://sulaimaneffendi.com/wp-content/uploads/2009/04/570601.jpg" />begini :</span></span></p>
<blockquote>
    <blockquote>
        <blockquote>
            <blockquote>
                <p style="text-align: left;" align="justify">Tapi dengan tampilan baru ini, saya membulatkan tekad lagi untuk berjanji: <strong>one day, one post</strong> di blog ini...mudah-mudahan ditepati!</p>
            </blockquote>
        </blockquote>
    </blockquote>
</blockquote>
<p align="justify">Jangan tanya kenyataannya, sejak posting janji tersebut hingga posting yang ini di-publish, jumlah postingan yang saya buat masih dalam hitungan jari sebelah tangan saja.</p>
<p>Ternyata tidak mudah menepati janji--walaupun itu janji ke diri sendiri--karena bermacam alasan, salah satunya adalah: tidak ada ide! Padahal alasan utama-nya hanya satu: MALAS!</p>
<p>Mencari ide untuk tulisan sebenarnya bukan hal yang sulit, ada banyak sumber ide yang  bisa menjadi bahan tulisan. Dari koran yang tiap pagi Anda baca, dari radio yang Anda dengar saat di perjalanan ataupun dari yang Anda lihat dalam keseharian. Permasalahannya bagaimana mengemas ide yang muncul menjadi sebuah tulisan lengkap dengan gagasan atau pemecahan dari kita, jika tulisan yang kita buat berupa sebuah permasalahan.</p>
<p>Selanjutnya, setelah sebuah ide muncul segeralah ditangkap dalam benak dan buat kerangka tulisan (masih dalam pikiran!). Bayangkan, kira-kira apa judul tulisan yang menarik, ide dasar dan gagasan kita, solusi serta referensi yang sesuai (untuk menguatkan ide kita atau menautkan tulisan kita dengan orang yang lebih paham dengan ide/gagasan kita).</p>
<p>Kadang-kadang saya menemukan ide saat di jalan, sambil lalu mulai merancang kerangka tulisan dan itu dilakukan sambil menyetir...motor! Nah, supaya kerangka tulisan yang sudah kita susun tidak hilang...sesampainya di tempat kita bisa ngetik komputer, segeralah menuangkannya dalam sebuah tulisan.</p>
<p>Ada kalanya tulisan hanya bisa selesai setengah halaman, karena otak sudah buntu atau ada gangguan lain termasuk pekerjaan (gila ya, pekerjaan dianggap gangguan untuk posting blog hehehehhe...), maka perlu Anda install program yang bisa publih post secara offline, contohnya posting ini saya buat dengan program <a href="http://qumana.com">QUMANA</a>, software-nya bisa Anda dapatkan di bagian 'free download'.</p>
<p>Oke, Anda sudah punya ide, sudah pula merancang kerangka tulisan, saatnya menuangkan dalam tulisan lalu publish di blog, di <a href="http://facebook.com">Facebook</a> atau kirim ke forum di internet.</p>
Share on FacebookSimilar Posts:No Similar Posts!
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sulaimaneffendi.com/index.php/mencari-ide-itu-tidak-gampang-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Customer Satisfaction ala Jamsostek</title>
		<link>http://sulaimaneffendi.com/index.php/customer-satisfaction-ala-jamsostek</link>
		<comments>http://sulaimaneffendi.com/index.php/customer-satisfaction-ala-jamsostek#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 07:45:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sulaiman effendi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[customer]]></category>
		<category><![CDATA[Jamsostek]]></category>
		<category><![CDATA[satisfaction]]></category>
		<category><![CDATA[teamwork partner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sulaimaneffendi.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[<p><em>Anda pernah tahu Jamsostek? Atau Anda termasuk sebagian orang yang pernah memanfaatkan layanan Jamsostek?</em></p>

<p>Sebenarnya, sudah acapkali saya mendengar (atau membaca) betapa buruknya layanan jaminan sosial bagi tenaga kerja ini, tetapi tak ada salahnya saya sharing pengalaman pribadi.</p>

<p>Beberapa hari lalu saya menderita demam dan flu sehingga harus berisitirahat dan tidak beraktifitas di kantor. Karena peraturan perusahaan (<em>yang notabene saya rancang sendiri</em>) mewajibkan karyawan melampirkan surat keterangan dokter untuk setiap ijin sakit--jika tidak ingin dipotong gajinya--maka saya pun memeriksakan diri ke klinik 13 Jamsostek di kawasan rungkut dengan harapan bisa mendapat surat keterangan yang dimaksud.</p>

<p>Kesan pertama sudah berbeda dengan klinik kesehatan atau layanan publik pada umumnya, tidak ada keramahan dari petugas di penerima di depan..tidak pula berupa seulas senyum. Oke, mungkin si mbak yang bertugas lagi capek karena banyak pasien atau lagi bete sama pasangannya mungkin :).</p>

<p>"Nanti gilirannya setelah mbak yang pakai baju merah ya.." ujarnya menunjukkan giliran masuk. Tiba saatnya, setelah si mbak berbaju merah keluar dari ruang dokter tak lebih dari 10 menit, saya pun bergegas masuk.</p>

<p>"Selamat malam!" saya mengucap salam, singkat. Dokter yang bertugas--seorang wanita, sudah cukup berumur--masih cuek dengan tetap serius membaca Kompas di mejanya. Setelah duduk di kursi periksa, lalu tanya basa-basi dengan pertanyaan standar "sakit apa?".</p>

<p>Pemeriksaan detak jantung dari stetoskop menyatakan normal, lalu berlanjut pemeriksanan tekanan darah. Dengan tensimeter yang sudah berkarat disana-sini, si ibu dokter mulai memeriksa dengan tetap sambil membaca Kompas-nya. Beberapa kali memompa, tidak berhasil...diutak-atik, pompa lagi, utak-atik lagi, baru berhasil terbaca tekanan darah, hasilnya juga normal.</p>

<p>Giliran minta surat keterangan dokter, dia malah menceramahi saya dengan nasihat supaya mempertimbangkan lagi untuk tidak masuk kerja mengingat saat ini banyak PHK dan jamannya outsourcing. "Apa KAMU tidak eman kalo di-PHK karena sering tidak masuk?" ceramah si ibu dokter...</p>

<p>Saya yang lagi males berdebat, mengiyakan saja semua nasihat dia dengan harapan bisa segera keluar dari ruangannya dengan selembar surat keterangan!</p>

<em>---</em>

<p>Niat awalnya sih baik<em>,</em> memberikan fasilitas layanan/jaminan kesehatan bagi karyawan di perusahaan saya, <a class="wp-caption" href="http://www.teamworkpartner.com/" target="_blank">Teamwork Partner</a>. Setelah mempertimbangkan beberapa alternatif layanan, akhirnya pilihan jatuh kepada <a href="http://www.jamsostek.co.id/" target="_blank">JAMSOSTEK</a> ini.</p>

<p>Mudah-mudahan layanan yang kurang baik tadi hanya terjadi di klinik itu saja, oleh dokter itu saja...mudah-mudahan di klinik yang lain dan dokter yang lain, customer satisfaction masih menjadi perhatian.</p>

<p>Anda punya pengalaman lain?</p>Share on FacebookSimilar Posts:No Similar Posts!
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://sulaimaneffendi.com/index.php/customer-satisfaction-ala-jamsostek/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
