
Browsing Opini™
The Power of Facebook

Indonesia Bisa! (dh: Bersama Kita Bisa!)
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, jauh berbeda dari peringatan tahun-tahun sebelumnya. Dengan dalih kali ini adalah peringatan ke-100 tahun, nuansanya lebih gebyar dan semarak (jadi berkesan HUT Proklamasi yaa..). Semua elemen, organisasi, TV, parpol, capres dan lapisan masyarakat lainnya, memanfaatkan momentum ini dengan caranya sendiri-sendiri dengan sudut pandang 100 tahun yang juga beragam...ada yang optimis, banyak yang pesimis!...ada yang mengadakan seminar, upacara, membuat buku, bahkan ada yang keliling Jawa naik motor gede. Puncaknya, panitia nasional peringatan Harkitnas menggelar pesta perayaan yang mewah, semalam di Gelora Bung Karno--sekilas, perayaan tersebut mengingatkan kita pada upacara pembukaan pesta olah raga semacam Sea Games, PON..kalo olimpiade hmmm, masih jauh lah!--lengkap dengan 6000 tentara dan polisi, ribuan penari, 5000 mahasiswa UI, parade marching band dan 1000 pesilat, belum termasuk, ribuan kwh tata cahaya, ratusan kembang api dan unjuk kebolehan terjun malam dari helikopter TNI-AU.
Jujur, dari satu sisi--terutama dari sisi persiapan, penyelenggaraan dan susunan acara yang rapih (kan, saya melihatnya dari sisi sesama organizer hehehe.. )--acara tersebut membuat saya bangga. Namun dari sisi lain, banyak hal yang patut dipertanyakan. Berapa besar biaya yang dikeluarkan? Berapa rupiah nilai APBN yang digunakan--dibandingkan berapa rupiah yang hendak dihemat dengan menaikkan harga BBM?? Apa yang hendak dicapai dengan acara tersebut?


foto by: alif ichwan & agus susanto (www.kompasimages.com)
Yang saya tangkap, inti pergelaran spektakuler tersebut adalah pembacaan deklarasi Indonesia Bisa! oleh Presiden Yudhoyono, ajakan bagi masyarakat Indonesia untuk bangkit dari keterpurukan dengan memanfaatkan momentum peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional.
Dibalik semua itu, tercium pula aroma politis berupa unjuk kekuatan menjelang pilpres 2009. Hal ini terlihat dari orang-orang penting dibalik perhelatan, lagu tema yang diciptakan khusus oleh SBY dan last but noy least tema Indonesia Bisa!, mengingatkan kita ke sebuah jargon capres di 2004 lalu: Bersama Kita Bisa! semoga, penciuman saya salah!!

Teamwork & Analogi Keringat
Mengelola sebuah tim yang mengandalkan kerjasama antar personal didalamnya tentu bukan suatu hal yang mudah. Semakin banyak anggota tim, semakin kompleks pula persoalan yang melingkupi dan tentu saja semakin besar energi yang dibutuhkan untuk meng-kolaborasikan kinerja personal menjadi sebuah teamwork yang baik.
Saya mengalaminya. Mengelola tim--walaupun tidak cukup besar--tetapi cukup kompleks karena latar belakang anggota tim yang rentang perbedaannya cukup besar antara satu dengan lainnya. Diluar masalah pribadi (keluarga, anak, istri, pacar, selingkuhan ataupun keuangan), permasalahan performance saja sudah cukup memeras otak. Satu orang sangat profesional terhadap job description-nya, orang yang lain biasa saja dan cenderung apatis, orang yang lain menunggu dipecuti untuk bekerja.
Seringkali saya menggunakan analogi keringat untuk menggugah performance mereka bila dirasa mulai kendor. Kira-kira begini, dalam sebuah tim olah raga (biasanya sepak bola) harusnya keringat yang dikeluarjan setiap anggota tim sama banyaknya...tidak peduli dia berada di posisi mana. Bagi anggota tim yang berusaha lebih keras, dianalogikan berkeringat lebih banyak..lebih deras. Anggota tim lainnya, berkeringat biasa saja karena dia santai hanya kesana-kemari tanpa peduli arah bola kemana. Lainnya hanya pasif menunggu datangnya bola dan dia belum berkeringat sama sekali. Yang lebih parah lagi, ada anggota tim yang masih santai-santai di pinggir lapangan sementara teman lainnya sudah mencetak gol dan bahkan kemasukan gol...tanpa dia sadari!
Harusnya, mereka bisa memposisikan diri sesuai analogi tersebut. Sudah berkeringat banyak, baru berkeringat atau masih 'di pinggir lapangan'...dengan harapan tentu saja selanjutnya bisa introspeksi diri dan berusaha 'berkeringat'.
Berhasilkah analogi tersebut mengubah kinerja menjadi lebih baik?
(saya sendiri masih menunggu mereka berubah, tuh!)


Geliat Agency Marcomm Daerah













