Indeks harga saham turun serentak? BEI menyuspen perdagangan saham? Nilai tukar Dollar jadi Rp. 10.300??
Hal-hal semacam ini dulunya tidak menjadi perhatian utama bagi saya, walaupun cukup menyita ruang pikir. Tetapi beberapa hari terakhir hal ini semakin menjadi bahan bakar atas api kebimbangan yang melanda. Bimbang antara melanjutkan hidup dengan berjuang secara mandiri ataukah kembali menjadi 'buruh' di ladang orang.
Ya, saya yang sejak tiga tahun terakhir berwiraswasta berkongsi mendirikan agency Teamwork Partner (TWP) mulai dijalari kemalasan untuk tetap memimpin karyawan dan berusaha menghidupi keluarga dengan upaya mandiri tanpa bergantung pada orang lain. Awalnya hanya berupa kebosanan menghadapi perilaku buruk karyawan (yang notabene juga teman dan kongsi) yang tidak pernah berubah. Tidak disiplin, susah diajak berkembang, malas mencari klien hingga keteledoran yang berakibat kerugian bagi perusahaan.
Dari sekadar bosan, lalu berkembang menjadi persoalan pribadi...'apakah saya bisa lebih makmur di masa depan, dengan hanya mengandalkan usaha semacam ini?'. Wajar saja pertanyaan itu muncul, seiring dengan kebutuhan keluarga yang semakin hari semakin banyak didukung situasi-kondisi yang serba materialistis. Lalu apa hubungannya dengan kondisi perekonomian terkini diatas? Jujur, kondisi-kondisi tersebut cukup menghantui langkah saya kedepan jika tetap bertahan. Apakah resesi ekonomi jilid dua akan muncul? Apakah kondisi keuangan perusahaan masih bisa bertahan dua-tiga bulan kedepan?
Namun, adakalanya saya berpikir ulang...mengapa menghadapi kondisi semacam ini saja harus menyerah? bukankah sebelumnya sudah pernah menghadapi kondisi yang lebih sulit? bagaimana pula dengan komitmen untuk tetap maju bersama dengan rekan se-kongsi? bukankah kondisi semacam ini justru akan menggembleng saya--sebagai entrepreneur--menjadi semakin matang?
Hingga posting ini di-publish, belum ada solusi, baru ada lompatan-lompatan pertanyaan dan reka-reka segala kemungkinan...
seandainya karyawan (baca: teman-teman) saya punya semangat yang sama...















