Madiun, pecel dan brem

image

Anda tahu pecel? Sayur rebus dengan bumbu kacang lengkap dengan peyek…

Bagi yang berasal dari Jawa Timur, pasti paham betul pecel dari berbagai kota…tapi yang terkenal tetaplah pecel asal kota Madiun, selain brem tentu saja

Jika kangen dengan suasana warung pecel lesehan, nikmati saja dulu foto ini, sambil membayangkan nikmatnya…

Posted from WordPress for Android by MySGS2

Ayo ke Pasar!

Kapan terakhir kali Anda mengunjungi pasar tradisional? Kapan pula terakhir kali memasuki supermarket terdekat?
Dengan semakin menjamurnya supermarket sehingga menggerus pasar tradisional dengan segala eksistensinya, semakin tersudut pula para pelaku ekonomi bawah.
Ayo kembali ke pasar tradisional, semakin banyak interaksi sosial, meningkatkan kondisi perekonomian dan tentu saja semakin hemat!

Wajah Muram Tranportasi Kita

Seminggu terakhir bulan September ini, dunia transportasi Indonesia berduka. Rentetan kecelakaan sarana transportasi silih berganti, di laut puluhan nyawa terenggut akibat kebakaran dan tenggelamnya kapal. Di darat, puluhan nyawa melayang akibat kecelakaan lalu lintas, tak luput pula di udara turut menyumbang kesedihan dengan jatuhnya pesawat di Papua dan Aceh.

Sungguh muram wajah dunia transpotasi Indonesia, semuram wajah salah satu gerbong kereta api di staisun gubeng, surabaya tersebut…

personal branding ala gayus

Gayus Halomoan Tambunan, siapa yang tidak pernah memperbincangkan–atau minimal mendengar–nama tersebut beberapa minggu terakhir? Hampir semua televisi menjadikannya topik perdebatan dengan narasumber berbeda–sesuai pesanan–, hampir semua koran menjadikannya headline dan feature.

Tak cukup hanya nama, wajahnya pun cukup familiar bagi semua kalangan, mulai anak baru belajar bicara, hingga kakek-nenek. Versi kepala gundul, lalu terakhir muncul versi memakai wig dan kacamata, menghiasi semua media sejak kita membuka mata hingga akan beranjak ke peraduan.

Terlepas dari perilaku negatifnya sebagai koruptor, Gayus memiliki sihir bak magnet berdaya tarik tinggi. Ucapan apapun yang dia katakan, selalu bersambut bak gaung. Dan hal ini adalah sesuatu hal yang mahal harganya dan diidamkan setiap orang terutama politisi dan artis, alias para public figure. Ya, Gayus memiliki modal untuk sebuah personal branding yang kuat!

Para politisi kita, bahkan rela mengeluarkan tidak sedikit rupiah untuk tampil di televisi, dikutip koran bahkan cetak spanduk dengan wajah narsis didalamnya…hanya sekadar menancapkan personal branding di benak masyarakat

Artis–bahkan yang hanya numpang lewat sekalipun–bahkan tingkat kepeduliannya lebih tinggi terhadap hal yang satu ini, selalu berusaha eksis dimanapun, kapan pun…bahkan dengan cara-cara norak sekali pun: berseteru sesama artis, saling gugat dan saling hina…sekadar supaya muncul di tayangan infotainment

Ada satu orang lagi yang sangat peduli menjaga citra dirinya di mata masyarakat, tak boleh ada satu hal negatif pun yang mengiringi keberadaan dan pemberitaan dirinya. Dia tak segan menghilangkan tahi lalat di wajahnya, dia juga rela menyewa agency mahal sekadar menjadi konsultan pemunculannya di muka publik. Kita mengenalnya sebagai presiden, SBY namanya…

bagaiman personal brandingAnda?

belajar kearifan dari mister cepek

    Setiap sore, saat perjalanan pulang dari kantor TWP menuju rumah, saya biasa melalui jalan pintas untuk menghemat waktu perjalanan.
    Jalan tersebut bisa dilewati motor ataupun mobil, saya pun kadang melaluinya dengan motor atau mobil sesekali. Jalan pintas tersebut akan berujung pada sebuah akses menuju jalan utama yang relatif padat dan tak ber-petugas (baca: polisi).
    Setiap saat melewati jalan itu, saya perhatikan pasti ditemui seorang petugas pengatur swasta–di beberapa daerah dikenal dengan mister cepek–yang selalu berganti-ganti orang.
    Diantara sekian ‘petugas’ tersebut tipikal-nya sama: hanya bersedia mengatur jalan jika yang melewatinya kendaraan roda empat, baik pengemudinya memberi uang ataupun tidak…sementara jika yang melintas hanya sepeda motor, dia akan diam tak bereaksi tak peduli sekalipun antriannya cukup panjang.
    Kearifan yang saya dapat untuk di-share disini, diperoleh dari salah seorang ‘petugas’ yang beda dari lainnya. Dari segi usia, dia lebih renta dari lainnya. Tapi satu hal kelebihan dia adalah tidak membedakan siapa–kendaraan apa–yang melintas, motor atau mobil, satu atau banyak, dia selalu dengan sergap mengatur jalan!
    Dalam benak, saya iri…betapa besar hatinya si bapak hingga dia tidak pandang bulu dan (pastinya) tidak semata-mata demi uang–karena bila yang lewat motor, pasti tidak ada yang memberinya tip–
    Pasti ada kekuatan besar yang mengarahkan dia, bernama KEARIFAN…lebih besar dari sekadar sekeping dua uang receh, lebih besar karena berbuah PAHALA!
    Betapa sulaiman effendi ingin menirunya, di bidang kehidupan lain…
    Semoga!

(Di-posting saat menunggu pengumuman pemenang pitching event, 15:54 WIB)