Gayus Halomoan Tambunan, siapa yang tidak pernah memperbincangkan–atau minimal mendengar–nama tersebut beberapa minggu terakhir? Hampir semua televisi menjadikannya topik perdebatan dengan narasumber berbeda–sesuai pesanan–, hampir semua koran menjadikannya headline dan feature.
Tak cukup hanya nama, wajahnya pun cukup familiar bagi semua kalangan, mulai anak baru belajar bicara, hingga kakek-nenek. Versi kepala gundul, lalu terakhir muncul versi memakai wig dan kacamata, menghiasi semua media sejak kita membuka mata hingga akan beranjak ke peraduan.
Terlepas dari perilaku negatifnya sebagai koruptor, Gayus memiliki sihir bak magnet berdaya tarik tinggi. Ucapan apapun yang dia katakan, selalu bersambut bak gaung. Dan hal ini adalah sesuatu hal yang mahal harganya dan diidamkan setiap orang terutama politisi dan artis, alias para public figure. Ya, Gayus memiliki modal untuk sebuah personal branding yang kuat!
Para politisi kita, bahkan rela mengeluarkan tidak sedikit rupiah untuk tampil di televisi, dikutip koran bahkan cetak spanduk dengan wajah narsis didalamnya…hanya sekadar menancapkan personal branding di benak masyarakat
Artis–bahkan yang hanya numpang lewat sekalipun–bahkan tingkat kepeduliannya lebih tinggi terhadap hal yang satu ini, selalu berusaha eksis dimanapun, kapan pun…bahkan dengan cara-cara norak sekali pun: berseteru sesama artis, saling gugat dan saling hina…sekadar supaya muncul di tayangan infotainment
Ada satu orang lagi yang sangat peduli menjaga citra dirinya di mata masyarakat, tak boleh ada satu hal negatif pun yang mengiringi keberadaan dan pemberitaan dirinya. Dia tak segan menghilangkan tahi lalat di wajahnya, dia juga rela menyewa agency mahal sekadar menjadi konsultan pemunculannya di muka publik. Kita mengenalnya sebagai presiden, SBY namanya…
bagaiman personal brandingAnda?
Share on Facebook