- Setiap sore, saat perjalanan pulang dari kantor TWP menuju rumah, saya biasa melalui jalan pintas untuk menghemat waktu perjalanan.
- Jalan tersebut bisa dilewati motor ataupun mobil, saya pun kadang melaluinya dengan motor atau mobil sesekali. Jalan pintas tersebut akan berujung pada sebuah akses menuju jalan utama yang relatif padat dan tak ber-petugas (baca: polisi).
- Setiap saat melewati jalan itu, saya perhatikan pasti ditemui seorang petugas pengatur swasta–di beberapa daerah dikenal dengan mister cepek–yang selalu berganti-ganti orang.
- Diantara sekian ‘petugas’ tersebut tipikal-nya sama: hanya bersedia mengatur jalan jika yang melewatinya kendaraan roda empat, baik pengemudinya memberi uang ataupun tidak…sementara jika yang melintas hanya sepeda motor, dia akan diam tak bereaksi tak peduli sekalipun antriannya cukup panjang.
- Kearifan yang saya dapat untuk di-share disini, diperoleh dari salah seorang ‘petugas’ yang beda dari lainnya. Dari segi usia, dia lebih renta dari lainnya. Tapi satu hal kelebihan dia adalah tidak membedakan siapa–kendaraan apa–yang melintas, motor atau mobil, satu atau banyak, dia selalu dengan sergap mengatur jalan!
- Dalam benak, saya iri…betapa besar hatinya si bapak hingga dia tidak pandang bulu dan (pastinya) tidak semata-mata demi uang–karena bila yang lewat motor, pasti tidak ada yang memberinya tip–
- Pasti ada kekuatan besar yang mengarahkan dia, bernama KEARIFAN…lebih besar dari sekadar sekeping dua uang receh, lebih besar karena berbuah PAHALA!
- Betapa sulaiman effendi ingin menirunya, di bidang kehidupan lain…
- Semoga!
(Di-posting saat menunggu pengumuman pemenang pitching event, 15:54 WIB)